Pages

Minggu, 11 Mei 2014

SISTEM PENGAPIAN

Sistem pengapian pada mesin bensin berfungsi mcmbakar campuran udara dan bensin di ruang bakar pada akhir langkah kompresi, sehingga dihasiikan daya mekanik akibat pembakaran tersebut

memperlihatkan konstruksi sistem pengapian yang menggunakan batere sebagai sumber listriknya, disebut sebagai sistem pengapian batere

1. Komponen komponen sistem pengapian
a. Batere
Batere sebagai penyedia arus listrik tegangan rendah (l2 V) untuk coil.

b. Kunci kontak
Pada sistem pengapian, kunci kontak berfungsi menghubungkan memutuskan aliran listrik dari batere ke ignition coil.

c. Ignition coil
Ignition coil berfungsi menaikkan tegangan listrik yang diterima dari  batere menjadi tegamgan tinggi (10,000 — 20.000 volt) yang diperlukan untuk pengapian. Untuk mempertinggi tegangan listrik tersebut pada ignition coil terdapat dua kumparan, yaitu:


1) Kumparan primer (primary coil)
Kumpamn primer berfungsi menimbulkan medan magnet pada signition coil, sehingga menghasilkan induksi pada kumparan kumparannya. Ciri dari kumparan primer ini adalah yang penampangnya besar tetapi gulungannya sedikit (150 - 300 lilitan) dan berada di sebelah luar kumparan sekunder.


2) Kumparan sekunder (secondary coil)
Kumparan sekunder berfungsi menginduksi tegangan menjadi lebih tinggi yang selanjumya dialirkan ke busi untuk menimbulkan pecikan api. Ciri dari kumparan ini mempunyai penampang kecil dengan lilitan yang sangat banyak (15.000 — 30.000 lilitan) dan berada disebelah dalam lilitan primer.


Kedua kumparan tersebut melilit pada inti besi (core) yang terbuat dari baja silikon tipis yang digulung ketat. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit) antara lapisan kumparan yang berdekatan disekat dengan kertas yang mempunyai tahanan sekat yang tinggi. Salah satu ujung kumparan primer dihubungkan dengan termnal negatif primer, sedangkan ujung yang lainnya dihubungkan dengan
terminal positif primer.

Kumparan sekunder dihubungkan dengan cara serupa, di mana salah satunya dihubungkan dengan kumparan primer lewat (pada) terminal positif primer, sedang ujung yang lain dihubungkan dengan terminal tegangan tinggi melalui sebuah pegas.

d. Distributor
Secara umum distributor berfungsi membagi-bagikan arus yang  bertegangan tinggi dari ignition coil ke busi - busi yang terdapat pada setiap silinder.

Secara khusus fungsi distributor dapat dibagi menjadi
4 bagian, yaitu bagian pemutus arus, bagian distributor, governot advancer, dan vacum advancer

1) Bagian pemutus arus

Terdiri atas breaker point (contact point) nok (camlobe)  dan kondensor.
- Breaker point, berfungsi memutuskan arus listrik dan menghubungkannya dari kumparan primer coil ke massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil.


- Nok (comlobe), berfungsi mengungkit breaker point agar dapat
memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer
coil. Konstruksi breaker poin dan nok (camlobe) ditunjukan
pada


- Kondensor
berfungsi menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan bunga api listrik pada breaker point.


Terbakamya kondensor sering juga terjadi karcna kondensor yang dipakai tidak sesuai dengan kapasitasnya atau kapasitasnya normal.

Kapasitas kondensor diukur dalam mikro farad
2) Bagian distributor
Bagian distributor berfungsi membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada  ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder. Bagian ini terdiri atas tutup distributor dan rotor.

3) Bagian governor advancer
Bagian ini berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin.
 mcmperlihatkan keadaan
(a) governor advancer sebelum bekerja dan (b) saat bekerja.

4) Bagian vacum advancer
Bagian ini berfungsi memundurkan atau memajukan saat pengapian ketika beban mesin bertambah atau berkurang. Vacum advancer terdiri atas breaker plate dan vacum advancer, yang bckerjaa tas dasar kevakuman yang terjadi dalam intake manifold. Perhatikan keadaan vacum advancer sebelum bekerja dan saat bekerja pada

5) Busi (spark plug)
Busi berfungsi menghasilkan bunga api listrik antara kedua
elektrodanya untuk membakar campuran gas pada ruang bakar. Percikan bunga api ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan igntion coil.
Antara elektroda tengah dan sisi diberi renggang (gap) sebesar

0,6 - 0,8 mm. Pada celah inilah terjadinya loncatan api listrik
busi. Bagian elektroda elektroda busi ini akan segera menjadi kotor oleh gas-gas sisa pembakaran, oleh karena itu, bagian ini harus dibersihkan pada selang waktu tertentu. Bagian bagian busi selengkapnya ditunjukkan pada

Komponen Sistem Pendingin Pada Mobil

Pada mobil yang menggunakan bahan bakar sebagai sumber tenaga, pasti menghasilkan panas. Hal tersebut normal, yang tidak normal adalah bila panas tersebut menjadi terlalu panas sehingga dapat menggangu kinerja mesin (overheating). Ciri-ciri overheating adalah knocking atau menggelitik sampai dengan mesin mobil menjadi mati. Idealnya mesin mobil bekerja pada suhu 80-90 derajat celcius, dibawah itu juga tidak bagus karena mesin menjadi terlalu dingin atau overcooling dan kerja mesin menjadi tidak efisien. Dan jelas kuncinya ada di perawatan, berikut ini adalah komponen-komponen yang harus diperhatikan dan dirawat pada sistem pendinginan mobil.



1. Waterpump
, waterpump atau pomp air bertugas menyalurkan air dari radiator ke mesin dan dari mesin ke radiator. Biasanya terbuat dari alumunium, dan ditempatkan di bagian kepala silinder. Komponen ini dapat rusak dikarenakan kualitas coolant dan air yang tidak bagus dan kotor sehingga  dapat menghambat pergerakan laher kipas didalamnya. Waterpump ini juga dapat rusak dikarenakan adanya korosi atau karat yang tentu juga dipengaruhi oleh kualitas air. Jadi kuncinya adalah pada kualitas air supaya komponen ini terjaga keawetannya.



2. Radiator
Radiator ini merupakan tempat dimana air didinginkan menggunakan jasa hembusan angin dari depan. Makanya letaknya biasanya didepan moncong mobil, komponen ini terbuat dari aluminium atau tembaga dengan banyak sekat dan didalamnya terdapat puluhan jalur air. Sekat fungsinya untuk menangkap angin dan jalur air yang banyak supaya air lebih terpecah dan cepat didinginkan. Pada komponen inilah air dari mesin yang panas disalurkan ke radiator dan setelah dingin kembali masuk kedalam mesin dengan bantuan pompa air. Untuk perawatan cukup mengecek volume air pada radiator sebelum pergi dan pada saat mobil masih dingin, contohnya pada pagi hari. Pastikan air tidak berkurang bila berkurang segera ditambahkan, tetapi bila setiap hari berkurang sekitar 1 liter patut diwaspadai radiator bocor atau jalur air di mesin ada yang bocor.

 3. Radiator Fans
Dipasang di belakang radiator pada sisi paling dekat ke mesin adalah satu atau dua kipas listrik di dalam perumahan yang dirancang untuk melindungi jari-jari dan untuk mengarahkan aliran udara. Ini fans yang ada untuk menjaga aliran udara melalui radiator saat kendaraan akan lambat atau berhenti dengan mesin menyala. Jika ini fans berhenti bekerja, setiap kali Anda berhenti, suhu mesin akan mulai naik. Pada sistem lama, kipas terhubung ke depan pompa air dan akan berputar setiap kali mesin itu berjalan karena digerakkan oleh sabuk kipas bukan sebuah motor listrik. Dalam kasus ini, jika driver akan melihat mesin mulai berjalan panas di berhenti dan pergi mengemudi, pengemudi mungkin menempatkan mobil di netral dan putaran mesin untuk menghidupkan kipas angin cepat yang membantu mendinginkan mesin. Racing mesin pada mobil dengan kipas listrik rusak hanya akan membuat hal-hal buruk karena Anda memproduksi lebih panas di radiator tanpa kipas untuk mendinginkan it off.
Para penggemar listrik dikendalikan oleh komputer kendaraan. Sebuah sensor suhu memonitor suhu mesin dan mengirimkan informasi ini ke komputer. Komputer menentukan apakah kipas harus diaktifkan dan menggerakkan relay kipas jika aliran udara tambahan melalui radiator diperlukan.
Jika mobil memiliki AC, ada radiator tambahan dipasang di depan radiator yang normal. Ini "radiator" disebut kondensor AC, yang juga perlu didinginkan oleh aliran udara yang masuk ke kompartemen mesin. Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang kondensor AC dengan pergi ke artikel kami di >penyejuk udara Otomotif Selama AC dihidupkan, sistem akan tetap kipas berjalan, bahkan jika mesin tidak berjalan panas. Hal ini karena jika tidak ada aliran udara melalui kondensor AC, pendingin udara tidak akan mampu untuk mendinginkan udara yang masuk interior. 

3. Tekanan Topi dan Cadangan Tangki

Sebagai pendingin menjadi panas, mengembang. Karena sistem pendingin tertutup, ekspansi ini menyebabkan peningkatan tekanan dalam sistem pendingin, yang normal dan bagian dari desain. Ketika pendingin berada di bawah tekanan, suhu di mana cairan mulai mendidih jauh lebih tinggi. Tekanan ini, ditambah dengan titik didih lebih tinggi dari etilena glikol, memungkinkan pendingin untuk mencapai suhu aman lebih dari 250 derajat.
Tutup tekanan radiator adalah perangkat sederhana yang akan mempertahankan tekanan dalam sistem pendinginan sampai titik tertentu. Jika tekanan menumpuk lebih tinggi dari titik tekanan yang ditetapkan, ada katup pegas dimuat, dikalibrasi dengan benar Pounds per inci persegi (psi), untuk melepaskan tekanan.
Ketika tekanan sistem pendingin mencapai titik di mana topi perlu rilis ini tekanan berlebih, sejumlah kecil pendingin berdarah off. Ini bisa terjadi selama berhenti dan pergi lalu lintas di hari yang sangat panas, atau jika sistem pendingin yang rusak. Jika tidak melepaskan tekanan pada kondisi ini, ada sistem di tempat untuk menangkap pendingin dirilis dan menyimpannya dalam tangki plastik yang biasanya tidak bertekanan. Karena sekarang ada pendingin kurang dalam sistem, sebagai mesin dingin vakum parsial terbentuk. Tutup radiator pada sistem tertutup ini memiliki katup sekunder untuk memungkinkan vakum dalam sistem pendingin pendingin untuk menarik kembali ke radiator dari tangki cadangan (seperti menarik plunger kembali jarum suntik) Biasanya ada tanda-tanda di sisi tangki plastik ditandai Kendali-Dingin, dan Full Hot. Ketika mesin pada suhu operasi normal, pendingin dalam tangki cadangan tembus harus sampai ke garis Kendali-Hot. Setelah mesin telah duduk selama beberapa jam dan dingin untuk menyentuh, pendingin harus di garis Kendali-Dingin.

4. Pompa air

Sebuah pompa air adalah perangkat sederhana yang akan membuat pendingin bergerak selama mesin berjalan. Hal ini biasanya dipasang di bagian depan mesin dan ternyata setiap kali mesin berjalan. Pompa air yang digerakkan oleh mesin melalui salah satu dari berikut:
  • Sebuah sabuk kipas yang juga akan bertanggung jawab untuk mengemudi komponen tambahan seperti alternator atau pompa power steering
  • Sebuah sabuk ular, yang juga drive alternator, daya pompa steering dan kompresor AC antara lain.
  • Timing belt yang juga bertanggung jawab untuk mengemudi satu atau lebih camshafts.
Pompa air terdiri dari perumahan, biasanya terbuat dari besi cor atau aluminium cor dan impeller dipasang pada poros berputar dengan katrol poros melekat pada bagian luar tubuh pompa. Sebuah segel menjaga cairan dari bocor keluar dari perumahan melewati poros pompa berputar. Impeller menggunakan gaya sentrifugal untuk menarik pendingin dalam radiator dari selang bawah dan mengirimkannya bawah tekanan ke dalam blok mesin. Ada gasket untuk menutup pompa air ke blok mesin dan mencegah pendingin mengalir dari bocor keluar mana pompa terpasang untuk memblokir ..

5. Termostat

Thermostat hanyalah sebuah katup yang mengukur suhu pendingin dan, jika itu cukup panas, terbuka untuk memungkinkan pendingin mengalir melalui radiator. Jika pendingin tidak cukup panas, aliran ke radiator diblokir dan cairan diarahkan ke sistem bypass yang memungkinkan pendingin untuk kembali langsung kembali ke mesin. Sistem pendingin memotong memungkinkan untuk terus bergerak melalui mesin untuk menyeimbangkan suhu dan menghindari hot spot. Karena mengalir ke radiator diblokir, mesin akan mencapai suhu operasi lebih cepat dan, di hari yang dingin, akan memungkinkan pemanas untuk mulai memasok udara panas ke pedalaman lebih cepat.
Sejak tahun 1970, termostat telah dikalibrasi untuk menjaga suhu pendingin di atas 192-195 derajat. Sebelum itu, 180 derajat termostat adalah norma. Ditemukan bahwa jika mesin yang diperbolehkan untuk berjalan pada suhu panas, emisi berkurang, uap air kondensasi di dalam mesin cepat dibakar memperpanjang umur mesin, dan pembakaran yang lebih lengkap yang meningkatkan ekonomi bahan bakar.
Inti dari termostat adalah secangkir tembaga disegel yang berisi lilin dan pelet logam. Sebagai termostat memanas, lilin panas mengembang, mendorong piston terhadap tekanan pegas untuk membuka katup dan membiarkan pendingin beredar.
Thermostat biasanya terletak di bagian, bagian atas depan mesin di perumahan outlet air yang juga berfungsi sebagai titik koneksi untuk selang radiator atas. Perumahan termostat menempel pada mesin, biasanya dengan dua baut dan gasket untuk menutup melawan kebocoran. Paking biasanya terbuat dari kertas tebal atau karet cincin O digunakan. Dalam beberapa aplikasi, tidak ada gasket atau seal karet. Sebaliknya, manik-manik tipis silikon sealer khusus diperas dari tabung untuk membentuk segel.
Ada keyakinan keliru oleh sebagian orang bahwa jika mereka menghilangkan thermostat, mereka akan mampu memecahkan sulit untuk menemukan masalah overheating. Ini tidak bisa lebih jauh dari kebenaran. Menghapus termostat akan memungkinkan sirkulasi pendingin tidak terkendali dari seluruh sistem. Hal ini dimungkinkan untuk pendingin untuk bergerak begitu cepat, bahwa itu tidak akan benar didinginkan karena ras melalui radiator, sehingga mesin dapat berjalan lebih panas dari sebelumnya dalam kondisi tertentu. Lain kali, mesin tidak akan pernah mencapai suhu operasi. Pada kendaraan yang dikendalikan komputer, komputer monitor suhu mesin dan mengatur penggunaan bahan bakar berdasarkan suhu tersebut. Jika mesin tidak pernah mencapai suhu operasi, ekonomi bahan bakar dan kinerja akan menderita jauh.

6. Sistem Bypass

Ini adalah bagian yang memungkinkan pendingin untuk memotong radiator dan kembali langsung kembali ke mesin. Beberapa mesin menggunakan selang karet, atau tabung baja tetap. Di mesin lain, ada cast dalam bagian dibangun ke dalam pompa air atau depan perumahan. Dalam kasus apapun, ketika termostat tertutup, pendingin diarahkan untuk melewati ini dan disalurkan kembali ke pompa air, yang mengirimkan pendingin kembali ke mesin tanpa didinginkan oleh radiator.

7. Freeze Plug

Ketika sebuah blok mesin diproduksi, pasir khusus dibentuk untuk bentuk bagian pendingin di blok mesin. Ini patung pasir diposisikan di dalam cetakan dan besi atau aluminium cair dituang untuk membentuk blok mesin. Ketika casting didinginkan, pasir dilepas dan dikeluarkan melalui lubang di blok mesin pengecoran meninggalkan bagian-bagian yang pendingin mengalir melalui. Jelas, jika kita tidak menyumbat lubang ini, pendingin akan mencurahkan langsung keluar.
Memasukkan lubang ini adalah tugas dari plug-beku keluar. Ini plugs adalah baja cakram atau cangkir yang tekan masuk dalam lubang di sisi blok mesin dan biasanya terakhir kehidupan dari mesin tanpa masalah. Tapi ada alasan mereka disebut beku-out plugs. Pada hari-hari awal, banyak orang menggunakan air biasa dalam mesin mereka, biasanya setelah mengganti selang pendingin pecah atau memperbaiki sistem lainnya. "Ini adalah musim panas dan saya akan menggantikan air dengan antibeku ketika cuaca mulai berubah".
Tak perlu dikatakan, orang yang pelupa dan banyak motor mengalami nasib pembekuan air di dalam blok. Sering kali, ketika ini terjadi tekanan dari pembekuan air dan memperluas memaksa beku-keluar colokan untuk pop keluar, menghilangkan tekanan dan menyimpan blok mesin dari cracking. (Meskipun, seperti yang sering mesin retak pula). Alasan lain untuk colokan untuk gagal adalah fakta bahwa mereka terbuat dari baja dan akan dengan mudah karat melalui jika pemilik kendaraan ceroboh tentang menjaga sistem pendingin. Inhibitor karat antibeku telah di rumus untuk mencegah hal ini terjadi, tapi bahan kimia tersebut akan kehilangan efeknya setelah 3 tahun, yang mengapa antibeku perlu diubah secara berkala. Kenyataan bahwa sebagian orang meninggalkan air biasa dalam mesin mereka sangat mempercepat karat ini busi membeku.
Ketika plug beku menjadi begitu berkarat itu perforates, Anda memiliki kebocoran pendingin yang harus diperbaiki dengan mengganti steker keluar membekukan berkarat dengan yang baru. Pekerjaan ini berkisar dari cukup mudah untuk sangat sulit tergantung pada lokasi dari plug beku terpengaruh. Freeze plugs terletak di sisi mesin, biasanya 3 atau 4 per sisi. Ada juga membekukan colokan di belakang mesin pada beberapa model dan juga pada kepala.
Selama Anda baik tentang menjaga sistem pendingin, Anda tak perlu khawatir tentang ini colokan gagal pada kendaraan modern

8. Kepala Paking Gasket Intake Manifold

Semua mesin pembakaran internal memiliki blok mesin dan satu atau dua kepala silinder. Permukaan kawin dimana blok dan kepala bertemu adalah mesin datar untuk dekat, cocok presisi, tetapi tidak ada jumlah mesin yang teliti akan memungkinkan mereka untuk benar-benar ketat atau air dapat menahan gas pembakaran dari masa lalu melarikan diri permukaan kawin.
Dalam rangka untuk menutup blok ke kepala, kita menggunakan paking kepala. Gasket kepala memiliki beberapa hal yang dibutuhkan untuk menutup melawan. Hal utama adalah tekanan pembakaran pada silinder masing-masing. Minyak dan pendingin harus mengalir dengan mudah antara blok dan kepala dan itu adalah tugas dari paking kepala untuk menjaga cairan dari bocor keluar atau ke dalam ruang pembakaran, atau satu sama lain dalam hal ini.
Sebuah paking kepala khas biasanya terbuat dari lembaran logam yang lembut yang dicap dengan pegunungan yang mengelilingi semua titik kebocoran. Ketika kepala ditempatkan di blok, paking kepala terjepit di antara mereka. Banyak baut, baut yang disebut kepala disekrup dan diperketat bawah menyebabkan paking kepala untuk menghancurkan dan membentuk segel ketat antara blok dan kepala.
Gasket kepala biasanya gagal jika mesin terlalu panas untuk jangka waktu yang berkelanjutan menyebabkan kepala silinder melengkung dan melepaskan tekanan pada paking kepala. Hal ini paling umum pada mesin dengan kepala aluminium cor, yang sekarang hampir semua mesin modern.
Setelah pendingin atau pembakaran gas bocor masa lalu paking kepala, bahan paking biasanya yang rusak ke titik di mana ia tidak akan lagi memegang segel. Hal ini menyebabkan kebocoran di daerah beberapa kemungkinan. Sebagai contoh:
  • pembakaran gas bisa bocor ke saluran pendingin menyebabkan tekanan yang berlebihan dalam sistem pendingin.
  • pendingin bisa bocor ke ruang pembakaran menyebabkan pendingin untuk melarikan diri melalui sistem pembuangan, sering menyebabkan awan putih asap di knalpot.
  • Masalah lain seperti minyak pencampuran dengan pendingin atau dibakar keluar knalpot juga mungkin.
Beberapa mesin lebih rentan terhadap kegagalan kepala paking daripada yang lain. Saya telah melihat gasket kepala ditiup pada mesin yang baru mulai terlalu panas dan berjalan panas kurang dari 5 menit. Saran terbaik yang bisa saya berikan adalah, jika mesin menunjukkan tanda-tanda overheating, mencari tempat untuk menepi dan menutup mesin off secepat mungkin.
Kepala gasket sendiri relatif murah, tetapi tenaga kerja yang pembunuhnya. Sebuah penggantian paking kepala khas adalah pekerjaan beberapa jam di mana bagian atas mesin harus benar-benar dibongkar. Pekerjaan ini dapat dengan mudah mencapai, 000 atau lebih.
Pada mesin tipe V, ada dua kepala, yang berarti dua gasket kepala. Sementara tenaga kerja tidak akan ganda jika kedua gasket kepala perlu diganti, mungkin akan menambah tenaga 30% lebih baik untuk menggantikan keduanya. Jika hanya satu paking kepala telah gagal, biasanya tidak perlu mengganti kedua, tetapi dapat ditambahkan asuransi untuk mendapatkan keduanya dilakukan sekaligus.
Sebuah penggantian paking kepala dimulai dengan diagnosis bahwa paking kepala telah gagal. Tidak ada cara bagi seorang teknisi untuk mengetahui secara pasti apakah ada kerusakan tambahan pada kepala silinder atau komponen lain tanpa terlebih dahulu membongkar mesin. Yang ia tahu adalah bahwa cairan dan / atau pembakaran tidak sedang mengandung.
Salah satu cara untuk mengetahui apakah paking kepala telah gagal adalah melalui tes kebocoran pembakaran pada radiator. Ini adalah uji kimia yang menentukan jika ada pembakaran gas dalam pendingin mesin. Cara lain adalah dengan menghapus busi dan engkol mesin saat menonton untuk menyemprotkan air dari satu atau lebih lubang busi. Setelah teknisi telah menentukan bahwa paking kepala harus diganti, perkiraan diberikan untuk suku cadang dan tenaga kerja. Teknisi kemudian akan menjelaskan bahwa mungkin ada biaya tambahan setelah mesin dibuka jika kerusakan lebih ditemukan.

9. Heater Inti

Pendingin panas juga digunakan untuk menyediakan panas untuk interior kendaraan bila diperlukan. Ini adalah sistem sederhana dan lurus ke depan yang meliputi inti pemanas, yang terlihat seperti kecil versi radiator, terhubung ke sistem pendingin dengan sepasang selang karet. Satu selang pendingin membawa panas dari pompa air ke inti pemanas dan selang lainnya pendingin kembali ke atas mesin. Biasanya ada katup kontrol pemanas di salah satu selang untuk memblokir aliran pendingin ke dalam inti pemanas ketika penyejuk udara maksimum disebut untuk.
Sebuah kipas, disebut blower, menarik udara melalui inti pemanas dan mengarahkan melalui saluran pemanas untuk interior mobil. Suhu panas diatur oleh sebuah pintu yang mencampur campuran dingin udara luar, atau kadang-kadang udara AC dengan udara panas datang melalui inti pemanas. Pintu ini campuran memungkinkan Anda untuk mengontrol suhu udara yang datang ke pedalaman. Pintu lain memungkinkan Anda untuk mengarahkan udara hangat melalui saluran-saluran di lantai, saluran defroster di dasar kaca depan, dan saluran AC terletak di panel instrumen.

10. Selang

Ada beberapa selang karet yang membentuk pipa untuk menghubungkan komponen-komponen sistem pendingin. Selang utama disebut selang radiator atas dan bawah. Kedua selang sekitar 2 inci dan diameter pendingin langsung antara mesin dan radiator. Dua selang tambahan, disebut selang pemanas, pendingin pasokan panas dari mesin ke inti pemanas. Ini selang sekitar 1 inci diameter. Salah satu selang mungkin memiliki katup kendali pemanas dipasang di garis untuk memblokir pendingin panas dari memasuki inti pemanas ketika AC diatur untuk max-dingin. Sebuah selang kelima, disebut selang bypass, digunakan untuk mengedarkan pendingin melalui mesin, melewati radiator, ketika termostat ditutup. Beberapa mesin tidak menggunakan selang karet. Sebaliknya, mereka mungkin menggunakan tabung logam atau memiliki bagian built-in di perumahan depan.
Ini selang dirancang untuk menahan tekanan di dalam sistem pendingin. Karena ini, mereka tunduk terhadap keausan dan akhirnya mungkin memerlukan penggantian sebagai bagian dari perawatan rutin. Jika karet mulai terlihat kering dan pecah-pecah, atau menjadi lembut dan berespon, atau Anda melihat beberapa balon di ujungnya, sekarang saatnya untuk menggantikan mereka. Selang radiator utama biasanya dibentuk untuk bentuk yang dirancang untuk mengusir selang sekitar hambatan tanpa uji puntir. Ketika membeli penggantian, pastikan bahwa mereka dirancang untuk memenuhi kendaraan.
Ada selang karet kecil yang membentang dari leher botol radiator cadangan. Hal ini memungkinkan pendingin yang dilepaskan oleh topi tekanan untuk dikirim ke tangki cadangan. Ini selang karet adalah sekitar seperempat inci dengan diameter dan biasanya bukan bagian dari sistem bertekanan. Setelah mesin dingin, pendingin ditarik kembali ke radiator dengan selang yang sama.

SISTEM PENDINGIN

Panas hasil pembakaran di dalam mesin, sebagian diubah menjadi tenaga penggerak, sebagian dibuang keluar sebagian gas buang,dan sebagian lagi diserap oleh bagian-bagian mesin.

Panas yang diserap ini harus dibuang juga keluar agar panas mesin tidak berlebilan (over heating), sebab panas yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pada kerja mesin dan menyebabkan kerusakan yang fatal.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka mesin dilengkapi dengan sistem pendinginan.

Ada dua cara sistem pendinginan pada mesin, yaitu sistem pendinginan udara dan sistem pendinginan air: Tetapi yang lebih umum digunakan pada mobil adalah sistem pendinginan air
sistem pendinginan air di lengkapi dengan radiator, pompa air, termostat, kipas angin, mantel dan komponen palengkap lainnya.


bersirip, yang dapat dilalui air pendingin dari tangki atas ke tangki bawah. Komponen lain yang bersatu dengan radiator adaiah tutup radiator, tangki cadangan, selang atas, selang bawah, dan katup pembuang.



 Tutup radiator
Tutup radiator selaiu berfungsi menutup Iubang pemasukan air radiator, juga mempertahankan keadaan air agar tidak mendidih meskipun suhunya mencapai l00"C atau lebih. Suhu yang tinggi menyebabkan volume dan tekanan air bertambah. Bila tekanan air dan uapnya naik, maka katup pengaman pada tutup radiator akan menjadikan membebaskannya melalui pipa pembuangan dan
tangki cadangan bila volume air dari radiator memuai karena naiknya suhu, maka air pendingin yang berlebihan dikirim ke tangki cadangan. Sebaliknya bils suhu turun, air yang ada dalam tangki akan kembali ke radiator.
ini diatur oleh katup pengaman pada tutup radiator

.

Pompa air
pompa air berfungsi mensirkulasikan air pendingin. Umumnya yang banyak digunakan adalah jenis sentrifugal. Pompa air ini ditempatkan di bagian depan blok silinder dan digerakkan oleh puli poros engkol melalui tali kipas (V belt).


Termostat
termostat berfungsi mempercepat tercapainya temperatur kerja mesin kemudian mempertahankan temperatur kerja tersebut pada saat mesin bekerja.
Jika air masih dingin katup termostat tertutup, sirkulasi air tidak melalui radiator tetapi langsung melalui pipa bypass. Jika air sudah terlalu panas, katup temostat terbuka dan sirkulasi air melalui radiator,

 
kipas pendingin bila kendaraan tidak bergerak, udara luar tidak akan cukup mendinginkan radiator, oleh karena itu diperlukan kipas pendingin untuk membantu mendinginkan radiator. Kipas pendingin umunmya digerakkan oleh poros engkol meialui tali kipas

Tetapi ada juga kipas pendingin yang digerakkan oleh motor listrik
( 
Kipas pendingin elektrik ini hanya bekerja bila diperlukan, sehingga dapat
menghemat tenaga mesin dan mengurangi kebisingan bunyi kipas.

Senin, 24 Februari 2014

Cara Menyetel Celah Katup


Menyetel celah katup (valve clearance) merupakan salah satu dari langkah penyetelan awal sebelum menghidupkan mesin. Hal ini dikarenakan celah katup adalah komponen yang sangat penting dalam mengatur sistem kerja dari mesin 4 tak. Terkait dengan hal tersebut ada beberapa alasan mengapa celah katup perlu untuk disetel, yaitu:

Mengacu pada adanya penyebaran panas (pemuaian), maka pada rocker arm dan ujung batang katup harus terdapat celah katup. Kalau celah katup terlalu longgar atau terlalu sempit, maka akan timbul masalah seperti halnya sebagai berikut: 
a. Jika celah katup terlalu sempit, maka katup akan membuka terlalu awal dan menutup dengan lambat, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya salah pengapian, atau pengapian balik.
b. Jika celahnya terlalu longgar, maka katup akan membuka terlambat dan menutup terlalu cepat, sehingga dapat menimbulkan suara berisik dan getaran.

Karena perannya yang penting, maka dalam menyetel celah katup harus benar, jika tidak maka akan menimbulkan masalah-masalah seperti diatas, dan tentunya umur dari mesin menjadi lebih pendek. Langsung saja kita bahas bagaimana cara menyetel celah katup. Sebelum itu, hendaknya anda menyiapkan peralatan yang akan digunakan:

1. Tool box (obeng minus/plus, kunci ring)
2. Kunci busi
3. Kunci T 12
4. Feeler gauge
5. Majun
6. Buku manual (jika ada)


Mekanisme Katup OHV

Cara Menyetel Celah Katup

Sebelumnya perlu diperhatikan, bahwa tutorial ini dilakukan pada mesin Toyota Kijang 5K dengan mekanisme katup seperti gambar diatas (OHV), dan FO 1-3-4-2. Namun, anda tidak perlu khawatir jika mobil anda berbeda jenis, karena tutorial dibawah ini mengajarkan tentang konsep dasar cara menyetel katup, jadi untuk mesin dan mekanisme katup yang berbeda dapat menyesuaikan.

A. Persiapan
  1. Siapkan mesin, alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Periksalah oli mesin, air radiator dan bahan bakar.
  3. Hidupkan mesin untuk pemanasan kurang lebih 5 menit.
  4. Membuka cover kepala silinder.

B. Cara Menyetel Celah Katup
1. Putar poros engkol hingga tanda pada puli poros engkol tepat dengan angka 0 pada tutup rantai timing.
2. Menentukan top kompresi silinder 1 atau 4, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a) Pada saat memutar poros engkol sambil memperhatikan katup masuk silinder mana yang bergerak. Lihatlah katup masuk atau push rod katup masuk pada silinder 1 atau 4 sambil menggerak-gerakkan puli poros engkol.
b) Apabila yang bergerak push rod katup masuk silinder 4 pada saat anda menggerak-gerakkan atau memutar poros engkol, berarti ketika tanda pada puli tepat dengan tanda 0 : yang sedang mengalami top kompresi adalah silinder 1. Begitu juga sebaliknya.

3. Menentukan katup-katup yang boleh distel pada saat top kompresi silinder 1 atau 4. Caranya dengan melihat diagram/tabel proses kerja silinder atau bisa juga dengan menggerak-gerakkan puliporos engkol sambil melihat push rod katup yang tidak bergerak. Push rod yang tidak bergerak maka boleh disetel.

4. Setel celah katup sesuai spesifikasi. Penyetelan dilakukan dengan cara:

a) Mengendorkan mur 12 menggunakan kunci ring 12.
b) Menempatkan atau memasukkan feeler gauge ke dalam celah antara rocker arm dengan batang katup.
c) Melakukan penyetelan dengan mengubah (mengencangkan/mengendorkan) baut penyetel dengan obeng.
d) Setelah celah katup telah benar/sesuai, kencangkan mur penahan sambil menahan baut penyetel agar tidak bergerak. Lalu cek kembali celah katup dengan merasakan tarikan/gesekan dari feeler gauge. Ulangi cara tersebut jika belum menemukan kesesuaian.

5. Putar poros engkol 1 putaran (360°) sehingga tanda pada puli bertepatan dengan tanda 0 pada tutup rantai timing.
6. Menyetel celah katup untuk katup-katup yang belum disetel sesuai spesifikasi.
7. Coba hidupkan mesin, apakah sudah halus atau belum? Jika sudah maka anda berhasil.
7. Menutup kembali kepala silinder, lalu memasang komponen lainnya.
8. Bersihan objek kerja, alat, dan juga tempat kerja.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Salah menentukan top kompresi silinder.
2. Salah menentukan katup yang boleh disetel.
3. Salah dalam menggunakan feeler gauge.
4. Piston lupa dan belum ditopkan.
5. Celah terlalu kendor atau terlalu rapat.

Blogger templates